Seperti janji saya kepada Pak Sunarno, saya akan belajar membuat puisi. Tentu Pak Sawali akan memberi masukan
ASIDIMETRI
Seasam apakah dirimu?
Hingga penolftalein yang telah merasuk tak kunjung memerah
Buret yang menodongmu terus meneteskan titrant
Erlemneyer tak henti bergoyang
Dengan irama yang konstan
Seasam apakah dirimu?
Hingga penolftalein yang telah tertanam di hatimu tak jua kau tunjukkan
Sebentar jingga
Setelah itu pudar lagi
Apakah aku salah takar?
Pipet volum yang kugunakan telah terkalibrasi
Seasam apakah dirimu?
Titik ekivalen yang kutunggu begitu membosankan
Hampir habis basaku
Tetes demi tetes basaku
Ingin menghasilkan garam yang berguna
Seasam apa dirimu,
Aku adalah basa kuat!
Jangan paksa aku mencari asam lain
Untuk menghasilkan garam yang berguna
Seasam apakah dirimu?
Hingga aku harus berkata
puitis banget………..
Pelajaran kimia. Kreatif juga dipuisikan. Salam
ya sekedar belajar, supaya gak mumuet
sastra bergaya sains.
nice…
@Ryzqy:makasih ya, saya terinspirasi dari pak narno
Penghujung bulan sudah datang, ada yg suka karena baru gajian, ada yang seding karena target tidak terpenuhi, apapun yang terjadi ruanghati.com ucapkan selamat berakhir pekan dan berakhir bulan, selamat ngeblog, yang barusan gajian bisa dihemat sampai akhir bulan berikutnya,
salam hangat san sukses selalu
semoga hidup Anda penuh dengan Cinta, Kesehatan, kebahagiaan dan Kedamaian selalu
ruanghati.com
*terlarut akan asam yang begitu indah*
kreatif puisi mu mas…
salam kenal…
hmmm…. puisi dengan kosakata kimia ya?
saya juga guru ne mas….
baru ‘ngeh’ kalau pak budi ternyata nyeni juga 🙂
puisiku tersirat biologi tidak Pak Sastro
Account Anda telah disetujui admin INDOTOPTEN, login dan copy paste banner untuk mengetahui daftar statistik dan rangking web Anda..
Terima kasih…