
Pada saat kegiatan di lapangan, terkadang kemampuan memperkirakan jarak atau ketinggian suatu tempat perlu dikuasai. Bagi para anggota pramuka tentu bukan hal yang asing, karena hal ini memang agian dari materi yang harus dikuasai, terutama anggota pramuka penegak/pramuka tingkat SMA.
ALAT-BAHAN yang diperlukan adalah

GAMBAR KOMPAS BIDIK diambil dari sini dan sini
Kompas bidik ( untuk membidik sudut)
Tongkat ( untuk menancapkan tanda)
Tali ( untuk mengukur jarak hasil perhitungan)
Berikut ini cara memperkirakan jarak titik A yang diukur dari titik B menggunakan kompas bidik
- Dari posisi B ditentukan besaran bidik titik A sebagai acuan. Titik A bisa berupa pohon yang sudah ada di seberang sungai. Misalnya titik A berada pada posisi [X derajat]
- dari posisi B menentukan besaran bidik titik C yang besarnya [ X + 90]. Titik C ini diperkirakan lebih jauh dari lebar yang akan ditaksir. Titik C dibuat dan ditancapkan tongkat sebagai acuan.
- Diupayakan jalan menuju titik C adalah rata/datar dan tidak banyak rintangan.
- Besarnya sudut bidik di titik D adalah [X – 45]. Dan terlatak antara titik B dan titik C.
- Setelah diketahui besar sudut titik D, kemudian beridiri di sekitar perkiraan titik D dengan membidikkan kompas ke arah titik A hingga diperoleh angka sebesar [ X – 45], sambil bergeser dan berhenti pada sudut [ X – 45]
- Jika kompas telh menunjukkan [ X – 45],berarti titik D telah didapat. Tancapkan tongkat atau tanda sebagai titik D
- Jarak antara AB dan DB adalah sama. Dengan menggunakan tali atau tongkat, diukur jarak BD
- Sekarang dapat diketahui bahwa jarak AB sebesar BD ( tentu ini hanya perkiraan yang mendekati)
Contoh perhitungan
A = 265 dari posisi B membidik A
Berarti C sebesar ( A + 90) = 265 + 90 = 355 dari posisi B membidik C
Jadi D sebesar ( A – 45 ) = 265 – 45 = 220, dari posisi D membidik titik A
Diperoleh AB = BD sesuai rumus tangen pada gambar di bawah ini


ammpuunn gan,,,angkat tangan lah…
@aldy:
ya semoga masa lalu yang diingat yang menyenangkan
terima kasih kunjungannya
Semuanya teringat masa lalu tuh mas Budi, saya juga pertama kali kenal kompas 20 tahun yang lalu. Tetapi sampai sekarang sesekali masih menggunakan juga. Maklum saja, rimbawan.
Ilmu matematika bisa menjembatani kebutuhan kita sehari-hari, nice post pak Budi.
Eh urutan comentnya udah terbalik ni
Maaf pak Budi pertanyaan tentang urutan coment nda saya jawab karena saya lupa caranya 🙂
.-= posting terakhir sahabat cobaberbagi´s ..GURU GO BLOG =-.
@Makasih pak, atas perhatian bapak
Saya dulu jadi panitia lomba lintas gerap matematika
Acaranya kurang lebih jawab soal di hutan yang soalnya tersedia di setiap pos. Kompas digunakan untuk menemukan pos tersebut
.-= posting terakhir sahabat cobaberbagi´s ..GURU GO BLOG =-.
Ingat pramuka jadi ingat saat KMD ketika SPG seperti p sawali. Pas kegiatan malam malah umpetan di tengah kuburan.
.-= posting terakhir sahabat M Mursyid PW´s ..Multimedia Interaktif Pelatihan Soal UN Bahasa Inggris =-.
Kalo untuk membidik cewek bisa gak Kang 😀
.-= posting terakhir sahabat Wahyoe´s ..Benarkah Payperpost Scam???? =-.
Kelihatannya melihat acara pramuka asyik ya. Sayang dulu diriku tidak sempat mengalaminya. Karna …
teringat waktu di spg dulu, kang bud. saya suka ikut2an melacak jejak dan merambah alam, sehingga akrab dengan taksir-menaksir jarak. tapi hanya berdasarkan instink. ternyata sekarang sdh ada teknologi tepat gunanya. makasih info dan sharenya, kang.