Tahapan sebelum melakukan pengapuran
A) Mengukur pH Tanah
Sebelum melakukan pengolah tanah, sebaiknya perlu dilakukan pengukuran pH tanah. Untuk pertumbuhan yang optimal pada tanaman melon dibutuhkan pH 5,8-7,2 (pH netral). Kondisi tanah yang asam dapat mengakibatkan menurunnya ketersediaan unsur hara, meningkatnya unsur-unsur beracun bagi tanaman, menurunnya produksi tanaman,dan meningkatnya mikroorganisme di dalam tanah. Alat-alat pengukuran pH dijabarkan sebagai berikut
1. Kertas indikator universal
Kertas lakmus merupakan potongan kertas berwarna yang digunakan untuk menguji pH larutan. Larutan tersebut dapat menyebabkan perubahan warna pada kertas lakmus yang menandakan keasaman atau kebasaan larutan tersebut. Kertas lakmus terbuat dari bahan yang sensitif terhadap pH yang akan menyebabkan
perubahan warna pada kertas tersebut. Cara mengukur pH tanah dengan kertas lakmus sebagai berikut.
- Tanah diambil sedalam 15-25 cm. Pengambilan tanah sebaiknya dilakukan di
beberapa tempat dari seluruh lahan - Aduk semua tanah yang dikumpulkan.
- Campurkan tanah dengan air aguades.
- Aduk air dengan tanah, kemudian diamkan
- Setelah bening, air dipisahkan.
- Celupkan kertas lakmus ke dalam air bening
- Cocokkanwarna yang terjadi pada kertas lakmus dengan warna yang terdapat
di label kemasan.
- Soil Tester
Penggunaan soil tester lebih mudah dibandingkan dengan kertas lakmus. Alat ini memiliki bagian yang runcing dan bagian yang membesar dengan petunjuk angka pH.
Gambar 2. 3 Soil Tester Sumber: Gunapris, t.t
Cara mengukur pH tanah adalah dengan menancapkan alat tersebut ke dalam tanah, lalu tunggu sekitar 3 menit. Angka pH tanah ditunjukkan oleh jarum pada skala yang ada. Setelah selesai pengukuran, bersihkan bagian ujung alat dengan
air lalu keringkan dengan menggunakan tisu.
B) melakukan Pengapuran
Pada umumnya, tanaman menghendaki pH tanah yang bersifat agak netral untuk pertumbuhan dan hasil yang baik. Akan tetapi, terdapat beberapa dapat tumbuh dan memberikan hasil yang baik pada tanah yang bersifat masam atau sangat masam. Tanah yang pH-nya lebih rendah dari pH optimum yang dikehendaki tanaman dapat diatasi dengan cara pengapuran sehingga pH-nya dapat ditingkatkan mendekati atau sesuai dengan pH yang dikehendaki tanaman tersebut.
Pengapuran pada tanah-tanah yang masam dapat memperbaiki kesuburan tanah
karena dengan pengapuran kehidupan jasad renik lebih aktif dan unsur-unsur hara makro menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Pengapuran pada tanah yang masam mengakibatkan absorpsi unsur-unsur Mo, P, dan Mg akan meningkat dan pada waktu yang bersamaan akan secara nyata dan menurunkan konsentrasi Fe, Al, dan Mn yang dalam keadaan sangat masam unsur-unsur ini dapat mencapai konsentrasi yang bersifat racun bagi tanaman. Pengapuran pada tanah yang masam dapat menyebabkan perubahan reaksi kimia, keadaan fisik, dan kegiatan mikrobia tanah yang lebih menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tertentu.
Kapur yang umumnya digunakan kapur pertanian. Kapur pertanian merupakan bahan alamiah yang kandungan senyawa Ca dan Mg-nya mampu menetralkan pengaruh
buruk dari aluminium dan pengaruh kurang menguntungkan dari keasaman tanah. Kapur pertanian yang beredar saat ini berupa kapur tohor, kapur tembok, kapur karbonat (kalsit dan dolomit), kulit kerang, dan terak baja.1.Fungsi Pengapuran
Fungsi pengapuran, yaitu
- menaikkan pH tanah:
- menambah unsur kalsium dan magnesium:
- mengurangi risiko keracunan unsur Fe, Mn, Al, dan Cu:
- meningkatkan ketersediaan unsur P dan Mo:
- memperbaiki kehidupan mikroorganisme:
- meningkatkan pembentukan bintil akar dalam tanah: serta
- menghambat perkembangan patogen penyebab penyakit.
- Cara Menghitung Kebutuhan Kapur
Contoh cara sederhana untuk menentukan kebutuhan kapur adalah dengan menghitung selisih antara pH tanah yang dituju dengan pH tanah aktual yang terukur sebelum pengolahan tanah. Untuk menaikkan satu poin pH tanah diperlukan 2 ton (2.000 kg) kapur pertanian per hektar. Sebagai contoh, pH tanah aktual suatu lahan menunjukkan angka 5,3, sedangkan pH tanah yang diharapkan adalah 6,5. Berikut jumlah kapur pertanian yang diperlukan untuk menaikkan pH tanah dari 5,3 menjadi
6,5. Berikut merupakan rumus yang dapat digunakan.
Jumlah Kebutuhan Kapur = (6,5 — 5,3) X 2.000 = 2.400 kg/ha
Langkah-langkah menghitung kebutuhan kapur
Ukur pH tanah Anda: Gunakan alat pengukur pH tanah untuk mengetahui pH aktual lahan Anda.
Tentukan pH target: Tentukan pH ideal yang ingin Anda capai. Misalnya, pH netral adalah \(6.0\) hingga \(7.0\).
Hitung selisih pH: Kurangi pH target dengan pH tanah aktual Anda. Contoh: \(6.0\) (target) – \(4.3\) (aktual) = \(1.7\).
Hitung kebutuhan kapur per hektar: Kalikan selisih pH dengan \(2.000\) kg. Contoh: \(1.7 x 2.000\) kg = \(3.400\) kg kapur per hektar.
Hitung kebutuhan kapur total: Kalikan kebutuhan kapur per hektar dengan luas lahan Anda.
Jika lahan Anda \(1\) hektar, kebutuhan totalnya adalah \(3.400\) kg.
Jika luas lahan lebih kecil, misalnya \(0.5\) hektar, maka kebutuhan totalnya adalah \(0.5 x 3.400\) kg = \(1.700\) kg.
Tugas
Lakukan pengukuran luas lahan pekarangan sekolah yang akan dilakukan pengapuran
Gunakan aplikasi GPS untuk mengukur luas
Nama aplikasi GPS Field Area
Cara Menggunakan
- Unduh dan buka aplikasi
- Pilih bahasa – melanjutkan
- Klik mulai mengukur
- Klik tanda + buat baru
- Plih daerah ( gambar kurva tertutup)
- Ukur menggunakan GPS
- Berdiri di posisi awal pengukuran : Klik MULAI MENGUKUR
- Lihat angka yang dtampilkan di bagan atas
- Klik BERHENTI pada titik Awal
- Catat luas area yang ditampilkan
Tentukan kebutuhan kapur dengan asumsi kita naikkan pH dari 6 menjadi 7 ( 1 skala)
https://shorturl.fm/6rLQG