Panduan Pemupukan Padi yang Tepat: Tips Praktis dari Penyuluh Pertanian – budiesinfo.com

Panduan Pemupukan Padi yang Tepat: Tips Praktis dari Penyuluh Pertanian

Oleh: Tim Redaksi Kategori: Tips Budidaya / Pertanian

Pemupukan merupakan salah satu faktor penentu paling penting dalam menentukan produktivitas dan kualitas panen padi. Pemupukan yang tidak terencana atau tidak tepat waktu dapat menyebabkan pemborosan biaya dan hasil yang tidak optimal.

Baru-baru ini, Bapak Budi, seorang petani dari daerah Jahon, berkonsultasi langsung dengan Ibu Penyuluh Pertanian Lapangan dari Kantor Gemini (PPL) setempat untuk mendiskusikan tata cara pemupukan tanaman padi yang ideal—mulai dari pupuk kimia dasar hingga suplemen organik seperti eco-enzyme.

Mengenal Luas Lahan dan Sumber Pengairan

Di beberapa daerah, petani masih menggunakan satuan lokal dalam mengukur sawah. Sebagai contoh, di daerah Jahon, ukuran 1 borong setara dengan 17 × 17 meter (289 m²).

Bapak Budi memiliki lahan sawah seluas 6,5 borong, yang jika dikonversikan ke dalam meter persegi berjumlah 1.878,5 m². Dengan dukungan pengairan dari Bendungan Karau, lahan ini memiliki ketersediaan air yang baik sehingga mampu ditanami padi hingga dua kali dalam setahun.

3 Tahapan Waktu Pemupukan Padi yang Tepat

Menurut penjelasan Ibu PPL, pemupukan tanaman padi sebaiknya dibagi ke dalam tiga tahapan penting:

1. Pupuk Dasar (Saat Olah Tanah)

  • Waktu Aplikasi: Diberikan saat pengolahan tanah sebelum bibit ditanam.
  • Jenis Pupuk: Pupuk kandang atau kompos, dicampur dengan pupuk fosfat seperti SP-36.
  • Fungsi: Memperbaiki struktur tanah, memulihkan mikroorganisme tanah, dan menyediakan cadangan nutrisi awal untuk perakaran bibit.

2. Pupuk Susulan I (Fase Vegetatif Awal)

  • Waktu Aplikasi: Tanaman berumur 7 – 10 hari setelah tanam (HST).
  • Jenis Pupuk: Urea.
  • Fungsi: Kandungan nitrogen memacu pertumbuhan vegetatif awal, pembentukan anakan, serta mempercepat pertambahan tinggi dan kehijauan daun tanaman.

3. Pupuk Susulan II (Fase Pembentukan / Bunting Kecil)

  • Waktu Aplikasi: Tanaman berumur 21 hari setelah tanam (HST).
  • Jenis Pupuk: NPK.
  • Fungsi: Menyediakan kombinasi Nitrogen, Fosfor, dan Kalium untuk memperkokoh batang dan mempersiapkan tanaman memasuki masa pembentukan malai/bulir padi.

Rekomendasi Dosis & Cara Aplikasi yang Efektif

Untuk luas lahan sawah sekitar 1.878,5 m² (6,5 borong), dosis pupuk kimia susulan yang direkomendasikan adalah:

  • Pupuk Urea: 40 kg
  • Pupuk NPK: 30 kg

Tips Aplikasi di Sawah: Sebarkan pupuk secara merata di sekeliling rumpun padi. Agar penyerapan optimal dan tidak hilang terbawa arus, usahakan kondisi air sawah dalam posisi macak-macak (tidak terlalu tinggi/mengalir deras), lalu benamkan pupuk sedikit ke dalam tanah.

Memaksimalkan Hasil dengan Pupuk Cair Organik & Eco-Enzyme

Selain mengandalkan pupuk kimia, Bapak Budi juga berinisiatif memanfaatkan pupuk buatan sendiri: pupuk cair hasil fermentasi serta eco-enzyme berbahan kulit/sisa buah yang difermentasi selama 90 hari.

Ibu PPL sangat mengapresiasi penggunaan bahan organik ini karena memberikan manfaat yang saling melengkapi:

  • Pupuk Cair Fermentasi: Menyediakan unsur hara tambahan yang siap serap secara cepat oleh daun dan akar.
  • Eco-Enzyme: Membantu menyuburkan tanah, memperbaiki biologi tanah, dan merangsang perkembangan akar tanaman.

Dosis dan Cara Penggunaan Eco-Enzyme:

  • Tingkat Pengenceran: Gunakan perbandingan 1 ml eco-enzyme per 1 liter air (1:1.000). Jangan gunakan tanpa diencerkan karena sifat asam dan kepekatannya.
  • Cara Pemberian: Dapat disemprotkan ke daun dan batang atau disiramkan ke tanah.
  • Aplikasi pada Umur 40 Hari: Pada usia sekitar 40 HST, aplikasi eco-enzyme tetap sangat baik untuk meningkatkan imunitas tanaman terhadap serangan hama/penyakit, sekaligus memperkuat tanaman menjelang pembungaan dan pengisian bulir. Aplikasi dapat dilakukan dengan semprot merata atau dialirkan bersama air irigasi.

Kesimpulan

Kunci keberhasilan budidaya padi terletak pada kedisiplinan menerapkan prinsip tepat waktu, tepat jenis, dan tepat dosis. Perpaduan antara pemupukan dasar organik, pupuk kimia berimbang (Urea & NPK), serta suplemen ramah lingkungan seperti eco-enzyme terbukti mampu menjaga kesuburan tanah dan memaksimalkan hasil panen secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

➤