budi santosa – budiesinfo.com
Random Image

Author Details

budi santosa

Description: Budi Santosa adalah Guru Barito Timur Kalimantan Tengah yang mengajar Kimia di SMA Negeri 1 Dusun Tengah kini guru SMKN Paku, mengajak semua guru untuk memiliki blog sebagai sarana meningkatkan kompetensi dan berbagi informasi

Website/Blog: https://budiesinfo.com

Posts by admin:

    Persiapan lahan Tanaman Buah

    On September 07, 2021
    Categories: e-learning

    Persiapan lahan tanaman buah terdiri dari
    A.penyiapan lahan
    B. pembuatan bedengan
    C. Mengukur pH Tanah
    D. melakukan pengapuran ,
    E. pemupukan dasar dan
    F. pemasangan mulsa<

    Setiap kegiatan budidaya tanaman membutuhkan kegiatan penyiapan lahan. Penyiapan lahan adalah kegiatan menciptakan lingkungan yang optimal untuk pertumbuhan bibit yang ditanam. Apa sajakah yang termasuk ke dalam kegiatan penyiapan lahan untuk budidaya tanaman melon?

    A Langkah Awal Penyiapan Lahan

    Dalam melakukan penyiapan lahan, terdapat dua langkah awal yang penting. Dua langkah tersebut adalah pembersihan lahan dan pengolahan tanah. Pembahasan mengenai keduanya dipaparkan sebagai berikut.

     

    1. Melakukan Pembersihan Lahan

    Pembersihan lahan atau sanitasi adalah kegiatan membuang sisa-sisa tanaman dari tanaman budidaya sebelumnya atau rerumputan yang tumbuh pada lahan tersebut agar memudahkan kegiatan pengolahan lahan, menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit, serta memberantas/mengendalikan kontaminan hama dan penyakit yang terdapat di dalam tanah.

    Sanitasi dapat dilakukan dengan cara pembabatan, penggunaan herbisida, dan pencabutan terhadap sisa-sisa tanaman yang masih hidup, tanaman atau bagian yang terserang hama dan penyakit, sisa tanaman yang sudah mati, jenis tanaman lain yang dapat menjadi inang pengganti, serta sisa-sisa bagian tanaman yang jatuh atau tertinggal di permukaan tanah (seperti buah dan daun). Alat yang digunakan untuk sanitasi adalah sebagai berikut.

    1. Cangkul digunakan untuk membersihkan tanah dari rumput dan sisa-sisa tanaman yang tertinggal.
    2. Kored/sabit digunakan untuk membersihkan lahan dari gulma.
    3. Sekop digunakan untuk mengambil sampah dan memasukkannya ke dalam karung.
    4. Garpu tanah digunakan untuk menarik sampah sisa tanaman dan mengumpulkannya ke satu tempat.
    5. Golok digunakan untuk memotong dan membersihkan semak.

     

    1. Melakukan Pengolahan Tanah

     

    Pengolahan tanah adalah upaya untuk menciptakan keadaan tanah olah yang siap tanam baik secara fisik, kimia, maupun biologi sehingga tanaman yang dibudidayakan akan tumbuh dengan baik dan berproduksi secara maksimal.

     

    1. Tujuan pengolahan tanah

    Berikut adalah tujuang pengolahan tanah.

    1) Membunuh guima

    2) Menurunkan laju erosi

    3) Meratakan tanah sehingga memudahkan pekerjaan di lahan

    4) Mencampur dan meratakan pupuk dengan tanah

    5) Menciptakan kondisi fisik, kimia, dan biologis tanah menjadi lebih baik

    6) Menyiapkan pengaturan irigasi dan drainase

     

    1. Tahap pengolahan tanah

    Berikut adalah tahap pengolahan tanah.

    1) Pengolahan tanah tahap pertama

    Pengolahan tanah tahap pertama menggunakan bajak singkal. Pada proses ini, tanah dipotong kemudian dibalik agar sisa tanaman terpotong dan terbenam.

     

    2) Pengolahan tanah tahap kedua

    Pengolahan tanah tahap kedua dilakukan untuk menghancurkan bongkahan tanah hasil pengolahan tanah tahap pertama menjadi lebih kecil dan sisa tanaman dan gulma yang terbenam dipotong lagi menjadi lebih halus sehingga proses pembusukan akan lebih cepat. Pengolahan tanah tahap kedua menggunakan garu bergigi paku yang berfungsi sebagai perata dan penghalus tanah setelah pengolahan tanah tahap pertama.

    1. a) Hal yang perlu diperhatikan saat pengolahan tanah tahap kedua

     

    (1) Hasil pengolahan tanah harus dijaga agar tidak tumpang tindih.

    (2) Kecepatan jalan traktor dapat ditingkatkan karena penggaruan lebih ringan bebannya dibandingkan dengan pembajakan.

    (3) Kedalaman alur hasil pengguludan tidak boleh melebihi kedalaman mesin rotary atau mesin wankel.

    (4) Sebelum melakukan perataan sebaiknya ditentukan terlebih dahulu arah perataannya agar lebih efektif dan efisien karena hal ini dilakukan tanpa pola.

    1. b) Alat-alat untuk mengolah tanah

    Berikut adalah alat yang digunakan untuk mengolah tanah.

    (1) Bajak singkal

    Bajak singkal merupakan alat yang paling efisien dalam memecah tanah dengan kedalaman 30 cm. Kegunaan bajak singkal lainnya adalah sebagai berikut.

    (a) Memotong tanah secara horizontal dan vertical.

    (b) Membalik tanah dengan sudut tertentu tergantung pada alat bajaknya.

    (c) Pada umumnya, membalik antara 135-180”C sambil memindahkannya ke depan/arah jalannya alat.

    (d) Mengubur residu tanaman dan gulma.

     

    (2) Bajak piring

    Alat ini berbentuk piring/cakram yang dipasang membentuk Sudut terhadap arah tarik. Dua macam bajak piring dilihat dari posisi terhadap permukaan tanah adalah sebagai berikut.

    (a) Bajak piring standar dipasang membentuk sudut miring. – Bajak piring Ini memiliki ukuran yang lebih besar. Hasil olahannya memberikan permukaan yang kasar dan menghasilkan pemecahan tanah yang tidak seragam.

    Untuk dapat menembus tanah, bajak piring perlu diberi tekanan sehingga konstruksinya dibuat berat. Konstruksi yang berat dapat mendorong terjadinya kepadatan tanah di bawah dasar olah. Bajak piring standar digunakan untuk tanah berbatu, banyak bekas tunggui, terlalu lembab, atau tanah berliat.

    (b) Bajak piring vertikal dipasang vertikal. Bajak piring vertikal digunakan untuk pengolahan dangkal pada lahan tanaman semusim karena alat ini memiliki ukuran yang lebih kecil dari bajak piring standar.

     

    (3) Subsoiler

    Subsoiler konvensional berbentuk balok yang ujungnya ditajamkan sehingga membentuk mata pahat. Subsoiler “ konvensional dimodifikasi dengan memasang sayap dan pisau pengendali dangkal. Keuntungannya adalah untuk mengurangi kemungkinan hasil olah membentuk slot dalam.

     

    Pada kondisi kapasitas lapang, kecepatan tarik normal l akan membentuk slot yang dalam dan lapisan gembur yang tidak optimal. Jika kecapatan tarik ini ditambah, pembentukan hasil olah yang baik dapat dicapai.

     

    (4) Garu piring

    Garu piring digunakan untuk menghaluskan tanah. Alat ini terdiri atas beberapa cakram yang dipasang searah dengan arah tarik alat dan vertikal terhadap permukaan tanah. Cara memasang cakram garu piring adalah sebagai berikut.

    (a) Dipasang dengan cara yang memungkinkan dapat bebas berputar. Cakram ini memiliki daya hancur yang kecil terhadap tanah. Cara ini digunakan untuk tanah yang berbatu atau banyak tunggul kayu.

    (b) Dipasang agar tidak berputar selama operasi pengolahan. Cakram yang dipasang agar tidak bebas berputar memiliki daya hancur tanah yang tinggi dan memerlukan draf yang besar daripada cakram bebas berputar.

     

    (5)  Rotary tiller

    Rotary tiller digerakkan oleh kekuatan memutar. Gerakan memutar ini diperoleh dari putaran sumbu yang dihubungkan ke mesin melalui Power Take-Off (PTO). Kecepatan tarik yang lazim digunakan adalah di bawah 8 km/jam sehingga putaran rotary tiller akan membantu mendorong traktor. Namun, jika kecepatan tarik lebih dari 9 km/jam, kekuatan gigit pisau rotary tiller berkurang sehingga rotary tiller hanya bekerja Seperti roda sayap/fly wheel.

     

    B. Membuat Bedengan

    Pada budidaya tanaman buah semusim membutuhkan bedengan agar air di dalam tanah dapat mengalir keluar melalui sistem drainase.

     

    1. Faktor yang Memengaruhi Pembuatan Bedengan

    Pembuatan bedengan dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu

    1. Sistem irigasi:
    2. kelembaban tanah:

    c musim tanam,

    1. ketahanan akar terhadap kondisi jenuh air: dan
    2. sifattanah.
    3. Fungsi Pembuatan Bedengan

    Fungsi pembuatan bedengan dijelaskan sebagai berikut.

    1. Sebagai media tumbuh
    2. Untuk mencegah tanaman terserang hama dan penyakit
    3. Untuk menjaga kelembaban, pH, suhu, dan ketersediaan air tanah
    4. Agar akar tanaman lebih kokoh
    5. Untuk mempermudah dalam irigasi lahan
    6. Untuk mempermudah petani memantau pertumbuhan dan perkembangan tanaman
    7. Sebagai nilai estetika

     

    Setelah penggaruan, tanah dibiarkan selama 5-7 hari agar tanah yang lengket akibat penggaruan menjadi hancur karena mengalami pengeringan matahari. Selama proses tersebut, beberapa senyawa kimia beracun dan merugikan tanaman akan hilang secara perlahan. Setelah kering, tanah dibuat petakan-petakan dengan menggunakan tali rafia dan ajir untuk membentuk bedengan.

     

    Selanjutnya, bedengan dibentuk dengan mencangkuli tanah sehingga struktur tanah menjadi lebih gembur. Jika bedengan sudah terbentuk setengah jadi/ bedengan kasar, bedengan tersebut dikeringkan selama seminggu agar terjadi proses oksidasi/penguapan dari unsur-unsur beracun yang ada di dalam tanah.

     

    1. Macam-Macam Bedengan

    Macam-macam bedengan adalah sebagai berikut.

     

    1. Penanaman tunggal

    Penanaman tunggal adalah penanaman dengan satu baris tanaman pada bedengan. Bedengan dibentuk dengan ukuran panjang 15 m agar memudahkan perawatan dan mempercepat proses pembuangan air terutama saat musim hujan. Lebar bedengan 100-120 cm dan tinggi bedengan saat musim hujan adalah 50 cm agar perakaran tanaman tidak terendam air. Sedangkan saat musim kemarau tinggi bedengan 30 cm agar memudahkan perawatan saat bedengan digenangi air. Lebar parit 50-60 cm untuk memudahkan saat penyemprotan, pemasangan ajir, pemasangan tali, dan pemangkasan.

     

    1. Penanaman ganda

    Penanaman ganda adalah penanaman pada dua baris bedengan yang saling berhadapan digunakan untuk budidaya tanaman semangka. Pembuatan bedengan dilakukan dengan cara mencangkul tanah di bagian parit kemudian menaikkan tanah tersebut ke bagian atas bedengan sehingga permukaan bedengan menjadi lebih tinggi.

    Bedengan dibuat selebar 5 m, jarak antar bedengan 60 cm, dan tinggi bedengan 40 60 cm. Langkah selanjutnya, tanah di bagian tengah bedengan dibagi menjadi dua bagian lalu diangkat ke masing-masing tepi bedengan sehingga kedua tepi bedengan akan membentuk bedengan tanam dengan lebar 1 meter. Pada penanaman ganda, dalam satu bedengan selebar 5 m terdapat dua bedengan tanam selebar 1 m. Kedua bedengan tanam tersebut dibuat miring ke arah tengah, pada titik tengah pertemuan kedua bedengan dibuat saluran air selebar 20 cm dengan kedalaman 10 cm.

    Keuntungan penanaman ganda adalah penggunaan lahan lebih efisien karena jumlah parit berkurang sehingga populasi tanaman lebih banyak serta biaya pembuatan bedengan lebih hemat. Di samping itu, kelemahan penanaman ganda adalah pemeliharaan tanaman lebih rumit karena percabangan saling bertemu sehingga sering diinjak-injak saat pemeliharaannya.

    C) Mengukur pH Tanah

    Sebelum melakukan pengolah tanah, sebaiknya perlu dilakukan pengukuran pH tanah. Untuk pertumbuhan yang optimal pada tanaman melon dibutuhkan pH 5,8-7,2 (pH netral). Kondisi tanah yang asam dapat mengakibatkan menurunnya ketersediaan unsur hara, meningkatnya unsur-unsur beracun bagi tanaman, menurunnya produksi tanaman,dan meningkatnya mikroorganisme di dalam tanah. Alat-alat pengukuran pH dijabarkan sebagai berikut

    .
    1. Kertas Lakmus

    Kertas lakmus merupakan potongan kertas berwarna yang digunakan untuk menguji pH larutan. Larutan tersebut dapat menyebabkan perubahan warna pada kertas lakmus yang menandakan keasaman atau kebasaan larutan tersebut. Kertas lakmus terbuat dari bahan yang sensitif terhadap pH yang akan menyebabkan
    perubahan warna pada kertas tersebut. Cara mengukur pH tanah dengan kertas lakmus sebagai berikut.

    1. Tanah diambil sedalam 15-25 cm. Pengambilan tanah sebaiknya dilakukan di
      beberapa tempat dari seluruh lahan
    2. Aduk semua tanah yang dikumpulkan.
    3. Campurkan tanah dengan air aguades.
    4. Aduk air dengan tanah, kemudian diamkan
    5. Setelah bening, air dipisahkan.

    f.Celupkan kertas lakmus ke dalam air bening

    1. Cocokkanwarna yang terjadi pada kertas lakmus dengan warna yang terdapat
      di label kemasan.

     

    1. Soil Tester

    Penggunaan soil tester lebih mudah dibandingkan dengan kertas lakmus. Alat ini memiliki bagian yang runcing dan bagian yang membesar dengan petunjuk angka pH.

    Cara mengukur pH tanah adalah dengan menancapkan alat tersebut ke dalam tanah, lalu tunggu sekitar 3 menit. Angka pH tanah ditunjukkan oleh jarum pada skala yang ada. Setelah selesai pengukuran, bersihkan bagian ujung alat dengan
    air lalu keringkan dengan menggunakan tisu.

     

    D) metakukan Pengapuran

    Pada umumnya, tanaman menghendaki pH tanah yang bersifat agak netral untuk pertumbuhan dan hasil yang baik. Akan tetapi, terdapat beberapa dapat tumbuh dan memberikan hasil yang baik pada tanah yang bersifat masam atau sangat masam. Tanah yang pH-nya lebih rendah dari pH optimum yang dikehendaki tanaman dapat diatasi dengan cara pengapuran sehingga pH-nya dapat ditingkatkan mendekati atau sesuai dengan pH yang dikehendaki tanaman tersebut.

    Pengapuran pada tanah-tanah yang masam dapat memperbaiki kesuburan tanah
    karena dengan pengapuran kehidupan jasad renik lebih aktif dan unsur-unsur hara makro menjadi lebih tersedia bagi tanaman. Pengapuran pada tanah yang masam mengakibatkan absorpsi unsur-unsur Mo, P, dan Mg akan meningkat dan pada waktu yang bersamaan akan secara nyata dan menurunkan konsentrasi Fe, Al, dan Mn yang dalam keadaan sangat masam unsur-unsur ini dapat mencapai konsentrasi yang bersifat racun bagi tanaman. Pengapuran pada tanah yang masam dapat menyebabkan perubahan reaksi kimia, keadaan fisik, dan kegiatan mikrobia tanah yang lebih menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tertentu.
    Kapur yang umumnya digunakan kapur pertanian. Kapur pertanian merupakan bahan alamiah yang kandungan senyawa Ca dan Mg-nya mampu menetralkan pengaruh
    buruk dari aluminium dan pengaruh kurang menguntungkan dari keasaman tanah. Kapur pertanian yang beredar saat ini berupa kapur tohor, kapur tembok, kapur karbonat (kalsit dan dolomit), kulit kerang, dan terak baja.

    1.Fungsi Pengapuran

    Fungsi pengapuran, yaitu

    1. menaikkan pH tanah:
    2. menambah unsur kalsium dan magnesium:
    3. mengurangi risiko keracunan unsur Fe, Mn, Al, dan Cu:
    4. meningkatkan ketersediaan unsur P dan Mo:
    5. memperbaiki kehidupan mikroorganisme:
    6. meningkatkan pembentukan bintil akar dalam tanah: serta
    7. menghambat perkembangan patogen penyebab penyakit.

     

    1. Cara Menghitung Kebutuhan Kapur

    Contoh cara sederhana untuk menentukan kebutuhan kapur adalah dengan menghitung selisih antara pH tanah yang dituju dengan pH tanah aktual yang terukur sebelum pengolahan tanah. Untuk menaikkan satu poin pH tanah diperlukan 2 ton (2.000 kg) kapur pertanian per hektar. Sebagai contoh, pH tanah aktual suatu lahan menunjukkan angka 5,3, sedangkan pH tanah yang diharapkan adalah 6,5. Berikut jumlah kapur pertanian yang diperlukan untuk menaikkan pH tanah dari 5,3 menjadi
    6,5. Berikut merupakan rumus yang dapat digunakan.

    Jumlah Kebutuhan Kapur = (6,5 — 5,3) X 2.000 = 2.400 kg/ha

     

    E) vetakukan Pemupukan Dasar

    Tujuan pemberian pemupukan dasar adalah memberi atau menyiapkan unsur hara atau cadangan unsur hara untuk pertumbuhan dan produksi tanaman buah.

    1.Waktu Pemberian Pupuk

    Pemberian pupuk dasar pada tanaman melon dilakukan pada saat kegiatan
    pengolahan tanah, pembuatan bedengan, atau setelah pembuatan bedengan
    kasar selesai. Jenis dan Dosis Pemberian Pupuk Pupuk yang digunakan untuk pemupukan dasar adalah pupuk organik (pupukkandang) dan pupuk anorganik (Za, urea, SP-36, dan KCI).

    1. Pemupukan dasar tanaman melon

    Pemberian pupuk dasar dapat dilakukan seminggu sebelum tanam. Pupuk dasar yang diberikan dapat berupa pupuk kandang dengan dosis 15-20 ton/ ha dan pupuk ZA dengan dosis 375 kg/ha, serta SP-36 dosis 25 kg/ha dan KCI dosis 375 kg/ha. Aplikasinya dengan cara disebar merata pada bedengan, diaduk-aduk sampai merata, dan bercampur dengan tanah. Kemudian, lahan
    tersebut disiram dengan air sampai basah.

    1. Pemupukan dasar tanaman semangka

    Pemupukan ini dilakukan dengan cara pemberian pupuk kandang Sebanyak 40 ton/ha serta pupuk NPK 15-15-15 sebanyak 1,5 ton/ha.

    1. Pemupukan dasar tanaman stroberi

    Pada tanaman storberi, pemupukan dilakukan dengan cara menaburi 20-30 ton pupuk kandang atau kompos untuk satu hektar secara merata di permukaan bedengan atau guludan.

    F Melakukan Pemasangan Mulsa

    Mulsa adalah penutup permukaan bedengan tanaman dengan bahan organik atay embaran plastik untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma lan penyakit sehingga tanaman dapat tumbuh secara optimal

    1. Fungsi Pemasangan Mulsa

    Fungsi pemasangan mulsa adalah sebagai berikut.

    a menghemat air

    1. mencegah erosi:
    2. menghambat pertumbuhan gulma:

    d.menjaga keseimbangan suhu tanah dan lapisan udara di dekat tanah sehingga tanah tidak terlalu panas:

    1. menjaga sari-sari makanan dalam tanah terhadap pencucian dan penghanyutan oleh air hujan:
    2. menjaga kondisi tanah tetap remah dan tidak cepat padat:

    g.mencegah penyakit tanaman yang timbul akibat percikan tanah oleh air hujan:

    h.menjadi sumber bunga tanah atau humus:

    1. meningkatkan mutu hasil pada tanaman: serta
    2. memperlancar kegiatan jasad renik tanah seperti cacing tanah yang sangat membantu petani dalam penyuburan tanah.
    3. Jenis Mulsa

    Dari bahan asalnya, mulsa dibedakan menjadi dua. Kedua jenis tersebut antara lain mulsa organik dan mulsa anorganik.

    1. Mulsa organik

    Mulsa organik adalah mulsa yang berasal dari bahan-bahan alami yang mudah terurai seperti sisa-sisa tanaman seperti jerami dan alang-alang. Sebaiknya cacah terlebih dahulu jerami atau alang-alang sebelum ditebarkan diatas tanah sebagai mulsa. Hanya saja, pada beberapa waktu kemudian perlu ditambahkan cacahan jerami atau alang-alang untuk mengganti mulsa yang telah terurai. Selain jerami dan alang-alang, dapat juga digunakan cacahan batang dan daun jagung atau rumput-rumputan lainnya.

    1) Macam-macam mulsa organik

    a) Sisa tanaman

    Mulsa ini terdiri atas bahan organik sisa tanaman (jerami padi dan
    batang jagung), pangkasan dari tanaman pagar, daun-daun, dan
    ranting tanaman. Bahan tersebut disebarkan secara merata diatas permukaan tanah setebal 2-5 cm sehingga permukaan tanah tertutup sempurna.

    Mulsa sisa tanaman dapat memperbaiki kesuburan, struktur, dan cadangan air tanah. Mulsa juga menghalangi pertumbuhan gulma dan menyangga (buffer) suhu tanah agar tidak terlalu panas dan tidak terlalu dingin. Selain itu, sisa tanaman dapat menarik binatang tanah (seperti cacing) karena kelembaban tanah yang tinggi dan tersedianya bahan organik sebagai makanan cacing. Cacing dan bahan organik akan membantu memperbaiki struktur tanah.

    Mulsa sisa tanaman akan melapuk dan membusuk. Oleh karena itu, perlu ditambahkan mulsa setiap tahun atau musim bergantung pada kecepatan pembusukan. Sisa tanaman dari rumput-rumputan seperti jerami padi lebih lama melapuk dibandingkan bahan organik dari tanaman legum seperti kacang tanah dan sebagainya

     

    b. Serpihan kayu

    Serpihan kayu diperoleh dari pemotongan pohon besar. Serpihan kayu yang paling sering digunakan adalah serpihan yang ditemukan di bawah pohon dan semak belukar.

    c. Potongan rumput

    Potongan rumput sering dikeringkan secara menyeluruh sebelum aplikasi yang menengahi terhadap dekomposisi yang cepat dan panas yang berlebihan. Rumput segar yang membusuk akan mengikat panas di dalam tanah. Potongan rumput hijau memiliki kadar nitrat relatif tinggi dan banyak nitrat yang dikembalikan ke tanah ketika digunakan sebagai mulsa.

    2) Keuntungan menggunakan mulsa organik

    Berikut adalah keuntungan menggunakan mulsa organik.

    a) Menjaga kelembaban tanah sehingga mikroba baik dalam tanah dapat tumbuh dan berkembang dengan baik

    b.Menghindari kekeringan tanah/lahan dalam waktu singkat

    c. Mudah didapat

    d. Murah Memperbaiki fungsi tanah

    e. Mempertahankan unsur hara tanah

    f Mengundang banyak mikroorganisme tanah seperti cacing tanah

    g. Untuk membantu menggemburkan tanah

    h) Membantu mempercepat pertumbuhan tanaman

     

    3)Kelemahan penggunaan mulsa organik

    1. a) Bahan mulsa organik tidak selalu tersedia di alam
    2. b) Hanya dapat digunakan untuk satu kali musim tanam

     

    1. Mulsa anorganik

    Mulsa anorganik terbuat dari bahan-bahan sintetis yang sukar atau tidak dapat terurai. Contoh mulsa anorganik adalah muisa plastik, mulsa plastik hitam perak (MPHP), dan karung. Jika mulsa organik diberikan setelah tanaman atau bibit ditanam, mulsa anorganik dipasang sebelum tanaman atau bibit ditanam. Kemudian mulsa dilubangi sesuai dengan jarak tanam.

    1). Macam-macam mulsa plastik

    1. a) Mulsa plastik warna hitam

    Mulsa plastik warna hitam berada di bagian bawah yang berfungsi sebagai penahan sinar matahari sehingga menekan pertumbuhan gulma dan rumput liar serta menjaga kelembaban tanah agar tetap stabil.

    1. b) Mulsa plastik warna perak

    Mulsa plastik warna perak berada di bagian atas yang berfungsi sebagai pemantul sinar matahari dan pencegah hama seperti aphis/ kutu daun, thrips, atau tungau dan serangan penyakit virus lainnya.

    2). Keuntungan penggunaan MPHP

    1. a) Menekan perkembangan biakan hama dan penyakit tanaman.

    Warna perak dapat memantulkan cahaya matahari. Pantulan cahaya ini dapat mengusir kutu daun, thrips, tungau, dan ulat daun pada musim kemarau maupun cendawan yang terdapat di balik daun pada musim hujan. Selain itu, dapat mengakibatkan kelembaban menjadi berkurang sehingga perkembangan penyakit dapat ditekan.

    1. b) Menekan pertumbuhan gulma

    Suasana gelap di bagian dalam mulsa menekan pertumbuhan gulma. Benih-benih gulma yang berada di bawah mulsa tidakmendapatkan sinar matahari untuk proses fotosintesis sehingga gulma yang tumbuh mengalami etiolasi. Suhu di bawah mulsa relatif panas dan kelembaban tanah yang tinggi mengakibatkan pertumbuhan gulma menjadi lemah.

    1. Merangsang pertumbuhan akar

    Warna hitam akan menyerap panas sehingga suhu tanah di dalam bedengan tetap hangat. Suhu yang hangat dan suasana gelap akan merangsang pertumbuhan akar tanaman secara optimal sehingga pertumbuhan tanaman juga bertambah optimal.

    1. Meningkatkan proses fotosintesis

    Pantulan cahaya matahari akan meningkatkan jumlah cahaya yang diterima tanaman sehingga terjadi peningkatan laju fotosintesis sehingga suplai makanan ke setiap bagian tanaman bertambah. Hal ini akan merangsang pertumbuhan dan produksi tanaman lebih cepat dan meningkat baik segi kuantitas maupun kualitas.

    1. Mengurangi penguapan

    Penggunaan mulsa menekan penguapan air dan pupuk sehingga kelembaban dan kesuburan terjaga.

    1. Mencegah erosi tanah

    Pemakaian mulsa menekan terjadinya erosi pada tanah bedengan penanaman di musim hujan.

    1. Mempertahankan struktur, suhu, dan kelembaban tanah

    Penggunaan mulsa menjadikan struktur tanah tetap gembur, suhu relatif stabil, dan kelembapan tanah terjaga karena penyinaran matahari tidak langsung mengenai permukaan tanah.

    1. Menghemat tenaga kerja

    Penggunaan mulsa menghemat biaya tenaga kerja karena menggunakan sistem pemupukan semi total (8096). Pemupukan susulan diberikan hanya jika kondisi tanaman memerlukannya, penyiangan relatif sedikit, dan penyiraman per tanaman hampir tidak pernah dilakukan.

    1. Mengurangi residu pestisida

    Penggunaan mulsa menahan residu pestisida yang jatuh di atas permukaan bedengan sehingga tidak membahayakan tanaman maupun lingkungan pertanaman.

    1. Meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi

    Penggunaan mulsaakan mencegah percikan air dan tanah mengenai buah, menekan gulma, mengurangi penguapan, menekan hama dan penyakit, memacu perkembangan akar, meningkatkan fotosintesis, serta penyerapan unsur hara sehingga kualitas dan kuantitas produksi meningkat.

    3). Kelemahan mulsa anorganik

    1. a) Mempengaruhi lingkungan sebagai efek gas rumah kaca karena reradiasi/radiasi balik ke angkasa.
    2. b) Plastik yang ti dak ditangani dengan baik dapat mencemari,, lingkungan dan
      berpengaruh buruk terhadap tanah.

    :c) Membutuhkan biaya awal yang lebih tinggi (relatif).

    1. Manfaat Pemasangan Mulsa.

    berikut. Manfaat dari pemasangan mulsa disebutkan sebaga.

    1. Melindungi agregat-agregat tanah dari daya rusak butir hujan
    2. Meningkatkan penyerapan air oleh tanah.
    3. ‘ Mengurangi erosi air.
    4. Memelihara temperatur dan kelembaban tanah
    5. Memelihara kandungan bahan organik tanan.

    f Mengendalikan pertumbuhan tanaman pengganggu.

    1. Alat dan Bahan Pemasangan Mulsa

    Alat dan bahan yang harus dipersiapkan dalam pemasangan mulsa adalah sebagai berikut.

    1. Untuk mulsa organik

    1) Parang

    Parang berfungsi memotong bahan organik seperti jerami dan pelepah pisang.

    2) Cangkul

    Cangkul berfungsi menempatkan potongan bahan organik pada permukaan bedengan secara merata.

    3) Mulsa organik

     

    1. Untuk mulsa plastik hitam perak

    1) Parang

    Parang digunakan untuk membuat patok dan penjepit dari bambu.

    2) Gunting

    Gunting digunakan untuk memotong mulsa.

    3) Potongan-potongan bambu

    Potongan-potongan bambu berfungsi sebagai patok dan penjepit bedengan.
    4) Mulsa plastik hitam perak

     

    Rangkuman

    Pembersihan lahan atau sanitasi adalah kegiatan membuang sisa-sisa tanaman dari tanaman budidaya sebelumnya atau rerumputan yang tumbuh pada lahan tersebut agar memudahkan kegiatan pengolahan lahan, menghilangkan tumbuhan inang bagi hama dan penyakit, serta memberantas/mengendalikan kontaminan hama dan penyakit yang ada di dalam tanah

    Pengapuran pada tanah-tanah yang masam dapat memperbaiki kesuburan tanah karena kehidupan jasad renik menjadi lebih aktif dan unsur-unsur hara makro mejadi lebih tersedia bagi tanaman. Melakukan pengapuran pada tanah yang masam dapat menyebabkan perubahan reaksi kimia, keadaan fisik dan kegiatan mikrobia tanah yang lebih menguntungkan bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman tertentu. Mulsa adalah penutup permukaan bedengan tanaman dengan bahan organik atau lembaran plastik untuk menjaga kelembaban tanah serta menekan pertumbuhan gulma dan penyakit sehingga tanaman dapat tumbuh secara optimal.

     

     

    Tugas Kelompok

    Lakukanlah tugas berikut sesuai dengan penjelasan yang diberikan.

    Melakukan Pengolahan Tanah dan Pemasangan Mulsa

    Tujuan praktik kali ini adalah agar siswa mampu melakukan pengolahan tanah dan melakukan pemasangan mulsa.

    Alat dan Bahan

    1. Lahan tanaman buah
    2. Cangkul
    3. Mulsa plastik hitam perak
    4. Kompos
    5. Soil tester
    6. Bambu
    7. Alat tulis

     

    Prosedur Kerja

    1. Berdoalah sesuai dengan keyakinan dan ajaran agama masing-masing.
    2. Siapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk melakukan pengolahan lahan dan pemasangan mulsa.
    3. Gunakan alat pelindung diri (K3) untuk menghindari terjadinya kecelakaan kerja.
    4. Lakukan pengolahan lahan.
    5. Lakukan pembuatan bedengan.
    6. Lakukan pemasangan mulsa.
    7. Diskusikan hasil kegiatanmu secara berkelompok
    8. Susunlah laporan kegiatan praktikum secara sistematis.

     

     

    Share

    Read More | No Comments →

    Pengolahan Tanah Tanaman Sayuran

    On September 03, 2021
    Categories: e-learning

    Bahan Ajar kelas XI ATPH semester 3
    Kompetensi Dasar
    3.2 Menganalisis pengolahan tanah tanaman sayuran
    4.2 Melaksanakan pengolahan tanah tanaman sayuran sesuai dengan prosedur
    33 Menganalisis pembuatan bedengan tanaman sayur
    4.3 Melaksanakan pembuatan bedengan tanaman sayur sesuai dengan prosedur

     Tujuan Pembelajaran
    Setelah mempelajari bab ini siswa di harapkan mampu
    1, menganalisis pengolahan tanah tanaman sayuran daun dengan teliti,
    2 melaksanakan pengolahan tanah tanaman sayuran daun sesuai prosedur dengan tanggung jawab:
    3 menganalisis pembuatan bedengan sayuran dengan cermat, serta
    4 melaksanakan pembuatan bedengan sayuran daun sesuai prosedur dengan tanggung jawab More →

    Share

    Read More | No Comments →

    Menyiapkan Alat dalam Produksi Benih secara Vegetatif

    On Agustus 31, 2021
    Categories: e-learning

    Bahan ajar untuk kelas XI ATPH pda mata pelajaran Pembibitan dan Kultur Jaringan semester 3.

    sebelum melangkah lebih jauh, terlebih dahulu Anda kenali dulu perangkat alat yang akan digunakan dalam budidaya pertanian, khususnya alat-alat yang digunakan untuk pembiakan tanaman secara vegetatif.

    Pemahaman terhadap jenis alat (nama, karakteristik, spesifikasi dan fungsi) menjadi sangat penting agar Anda tidak mengalami kecanggungan dalam bekerja. Dengan mengetahui secara mendalam tentang perangkat kerja secara benar, maka Anda dapat menggunakan dengan benar dan nyaman, dapat menangani/merawat alat dengan benar, dan akhirnya Anda akan dapat menghargai alat itu secara profesional. Tingkatan kemampuan Anda dapat menghargai alat dengan benar adalah jenjang yang sangat diharapkan oleh orang-orang yang profesional, sehingga seseorang dapat bekerja dengan perasaan, penjiwaan yang mantap dan mendalam, mampu menciptakan kenyamanan dan kesenangan kerja, sehingga sikap profesionalisme akan terbentuk pada diri Anda. Sekarang Anda dapat membayangkan apa yang akan Anda rasakan kalau bekerja tanpa dasar dengan pengetahuan dan penjiwaan yang mantap terhadap alat-alat budidaya sebagai bagian lingkungan kerja sementara Anda akan selalu menggunakannya. Dalam kegiatan pembiakan tanaman secara vegetatif alat-alat yang digunakan masih sederhana yang dioperasikan dengan tangan secara manual (hands tools) yaitu, pisau okulasi/ cutter/pisau biasa, gunting stek, gergaji. Alat-alat tersebut dilihat dari jenis/tipe dan ukurannya. Untuk mengenal lebih dalam terhadap alat-alat yang akan Anda gunakan coba perhatikan informasi lkebih lanjut di bawah ini

     

    Share

    Read More | No Comments →

    Merawat Tanaman Hias agar mengkilap daunnya

    On Agustus 26, 2021
    Categories: e-learning

    Memliki tanaman hias daun yang segar dan mengkilap tentu suatu yang menyenangkan, selain indah dan sedap dipandang… daun juga lebih sehat terhindar dari jamur dan beberapa serangga. Untuk mengkilapkan daun cuku dengan bahan sederhana dan alat yang sederhana.

    Program keahlian : Agribisnis tanaman
    kompetensi Keahlian : Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura
    Pata Pelajaran : Agribisnis tanaman Hias

    Share

    Read More | No Comments →

    Identifikasi ZPT

    On Agustus 26, 2021
    Categories: e-learning

    ZPT adalah Zat Perangsang Tumbuh, suatu jenis hormon yang diperlukan oleh tanaman, materi pelajaran untuk SMK Pertanian Kelas X pada jurusan Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura pada program keahlian Agribisnis tanaman.

    Share

    Read More | No Comments →

    Cara Menghitung konsentrasi ZPT

    On Agustus 26, 2021
    Categories: e-learning

    Materi untuk kelas XI ATPH pada mata pelajaran pembibitan dan kultur jaringan. ZPT sering diaplikasikan dalam bentuk larutan. untuk membuat larutan stok bisa berasal dari botol induk berupa larutan atau berupa padatan yang nantinya dilarutkan. konsentrasi yang sering digunakan adalah ppm atau persen

    Share

    Read More | No Comments →

    Penentuan Komoditas Tanaman Buah part-2

    On Agustus 26, 2021
    Categories: e-learning

    Penentuan komoditas tanaman buah bagian -2 ini berdasarkan aspek pasar, aspek ekonomi dan aspek hukum yang merupakan lanjutan dari materi sebelumnya yang membahas penentuan komoditas tanaman dari aspek teknis.  materi ini untuk kelas XI SMK pada program keahlian agribisnis tanaman dan kompetensi keahlian agribisnis tanaman pangan dan hortikultura semester 3

    materinya dapat diunduh di lik ini.https://docs.google.com/document/d/1otgcsrsho4lCTZLpM_yam1Z8GWtYUvqvaPq-IOwFCTg/edit?usp=sharing

    dan videonya bisa dilihat di bawah ini

    Share

    Read More | No Comments →

    Aspek Teknis Komoditas Tanaman Buah Semusim

    On Agustus 24, 2021
    Categories: e-learning

    Aspek teknis untuk mempersiapkan usaha tanaman hias semusim ini merupakan bahan ajar untuk kelas XI SMK pada program keahlian Agribisnis Tanaman dan kompetensi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikutura semester 3

    Share

    Read More | No Comments →

    Media Tanam Tanaman Hias dalam Pot

    On Agustus 24, 2021
    Categories: e-learning

    Media Tanam Tanaman Hias dalam Pot ini adalah materi untuk kelas XI SMK Program Keahlian Agribisnis Tanaman dan Kompetensi Keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura semester 3

    Share

    Read More | No Comments →

    Persyaratan tumbuh Tanaman Sayuran

    On Agustus 24, 2021
    Categories: e-learning

    Persyaratan Tumbuh Tanaman Sayuran adalah materi untuk kelas XI SMK kompetesnsi keahlian Agribisnis Tanaman Pangan dan Horti kultura (ATPH) semester 3. pada program keahlian Agribisnis Tanaman

    Share

    Read More | No Comments →